Kamis, 07 Februari 2013

:P

Aku belum siap untuk sebuah kehilangan.

Aku memang harus mempersiapkan. Aku tau, sebentar lagi memang, tapi kan tidak untuk saat ini? Keharusan perpisahan yang kita rencanakan September nanti, kenapa harus diburu jadi saat ini? Aku hanya tiba-tiba merasa kehilangan banyak hal, meski kau tetap ada disini.

Satu atap sejak 2 tahun lalu, meski hanya dipisah selembar tembok. Ah, tetap saja bagiku kau dekat, dalam dekap tahajud, malam-malam yang gigil.
Aku ingin menangis, sekadar kau tau, sekadar berharap dalam waktu yang memungkinkan kita dekat, janganlah menjauh.

Andai aku ada diposisimu, aku akan lebih memilihmu dari banyak kemungkinan yang lain. Aku akan mengutamakanmu, sebagai pilihan terbaik yang tak pernah menawarkan opsi lain. Setelah waktu berlalu, setelah rasa ini tidak pernah muncul lagi, aku benar-benar merasa seperti awal lalu, aku jatuh hati kembali, kepada laki-laki berparas dan berakhlak terbaik yang pernah aku temui.

Aku akan datang kepadamu, dalam keadaan terbaik yang aku miliki. Dalam proses terbaik yang menjembatani kebersamaan kita nanti.

Rasanya baru kemarin, aku merasa halal mencium tanganmu, melihat dalam jarak dekat keringat kerja kerasmu, membersamai upayamu yang tak selalu ringan bagi seorang perempuan, merajam rasa malu sampai habis tak tersisa.

Untuk laki-laki yang telah mengkhitbahku,
untuk untain taujih dan kesabaran yang tak pernah henti,
untuk kasih yang selalu kau bagi,
untuk segala kekonyolan yang kita miliki.
Terimakasih telah memilihku, dan malam ini, entah untuk ke berapa kali, aku jatuh hati lagi, kepadamu.

Jumat, 25 Januari 2013

Pagi

Aku ingin bercerita tentang pagi, yang mimpi tentangnya aku tepis berkali-kali.

Aku lupa seperti apa rasanya pagi. Aku lupa dingin shubuh. Aku lupa gigil yang berkeruh. Intinya aku lupa pada pagi nan rapi.
Pagi yang tak ada kehidupan, kecuali pada segelintir orang yang masih mengeja nama Tuhan. Aku rindu ternyata. Pada hal yang sebentar saja aku kenal. Pagi beraroma perawan.

Aku tidak ingat berapa kali seperti ini. Aku sedang mengulang jatuh hati pada lelaki yang sama, setiap hari. Laki-laki yang menawan ketika berkumandang adzan. Ya. Di surau kecil itu, suaranya lantang mengundang orang menghadap Tuhan.

Aku deskripsikan sedikit. Ia tidak terlalu tampan, tapi enak dilihat. Langkahnya cepat. Sandalnya selalu sama. Pakai sarung lurik cokelat, baju koko putih dan kopiah hitam. Senyumnya khas, simetris dan ada jeda. Kumis tipi dan jenggot rapi. Kata tetanggaku, dia masuk dalam kategori anatomi laki-laki shalih. Iyakah? Lantas shalih itu yang seperti apa?

Aku menduga laki-laki shalih itu yang setiap hari berkumandang adzan. Tapi tidak juga, aku mendapati muadzin sedang ngomel ketika microfon mushola tiba-tiba mati. Ibuku bilang laki-laki shalih itu tidak merokok, karena merokok meracuni gen yang berarti membodohi keturunan, Ibuku memang guru Biologi yang saklek. Tapi tidak juga, aku mendapati tukang kwetiaw perokok itu memberikan selembar uang seribu kepada ibu tua peminta-minta, "Ini seharga sebatang rokok" katanya sambil menunggu pembeli pertama. Kata teman perempuanku, laki-laki shalih itu yang menyayangi dan menghormati Ibunya. Tapi tidak juga, aku tau kakak tingkatku yang begitu mencintai Ibunya lahir batin itu pernah menggerayangi teman seangkatannya dan ditimggalkan begitu saja, sudah rahasia publik tentang bejatnya. Bukannya mereka tetap sama-sama manusia berlabel Perempuan?

Jadi, shalih bagiku relatif. Tak ada ukuran pasti.
Tidak ada laki-laki yang shalih seluruhnya. Dia bukan malaikat yang dalam jiwa hanya ada kata "iya" pada perintah Tuhannya.

Dan ternyata, yang aku rindukan bukan Pagi.
Bukan Laki-laki.
Tapi pemilik yang menciptakan Pagi dan Laki-laki.

Tak ada yang benar-benar baik kita rindukan, kecuali Tuhan.



@HariniMerdeka
Yogyakarta

Pantas-mu

Sajak-sajak tak bertuan
Aku pungut
Di kembalikan pada hatimu
Kenapa?
Karena tempat segala yang baik
Pantas bersemayam dalam tubuhmu

Rintik hujan yang jatuh
Aku tampung
Di alirkan dalam darahmu
Kenapa?
Karena segala yang sejuk
Pantas berada dalam jiwamu

Desah-desah rindu yang hilang
Aku cari dan simpan
Di ucapkan pada pendengaranmu
Kenapa?
Karena apa-apa yang jujur
Pantas untuk memilihmu

Jejak-jejak perjalananku
Aku rekam
Di mainkan dalam ingatanmu
Kenapa?
Karena semua tentangku
Pantas untuk menemukanmu

Yogyakarta.
@HariniMerdeka

Negeri, Air, Mata.

Tanahnya kau pijak
Kau minum air yang mengalir darinya
Udaranya kau hirup tak habis-habis

Tanahnya menumbuhkan apapun yang kau minta
Kau siram batang pilihan
Kau gerus tulang orang-orang

Kau hebat
Semua menjadi bisa
Semua menjadi biasa

Sebagian orang anggapmu pahlawan
Ada yang anggap pemenang
Tak ada yang anggap pecundang, hanya sebagian

Kau terpelajar
Matamu di persembahkan bagi ilmu pengetahuan
Bagi politik yang membawa kejayaan
Hingga matamu sakit
Tak bisa bedakan uang dengan perjuangan


Negeriku lebih hebat
Menumbuhkan orang-orang dengan hati lapang
Tak akan menuntut jika ditendang
Sekadar untuk bisa makan

Ini Negeriku
Negeri milik kita sendiri
Aku mencintai
Tak
Seperti kau mencintai

@HariniMerdeka
Yogyakarta


Biasa

Di luar sana hujan.
Yogyakarta yang hangat, tiba-tiba dingin.

Sudah lama sekali aku tidak menemukan pelangi. Entah di langit itu, entah dimatamu. Aku mencintai tempat ini, untuk sebuah alasan. Tapi apa?
Selama apapun, kau tak juga bisa jelas melihatku. Mungkin matamu, minus berat dengan tiba-tiba jika ada aku dihadapanmu.

Bukankah terlihat, memang seakan kau yang menghindariku. Terlalu takut, terperangkan pesonaku. Jika tidak, harusnya kau berani sekadar bicara. Tidak, aku tidak berharap selembar harap. Aku ingin profesional menganalisis semuanya.

Aku percaya, ada sebuah rasa berbeda jika tiba-tiba teman lelaki yang selama ini tak kau pedulikan. Hanya sesekali sapa. Hanya sesekali cerita. Hanya beberapa kali berbagi tawa, tiba-tiba terlihat begitu meng-ingin-i mu. Aneh  kah? Risih kah?
Jujur, aku tak berharap seperti itu.
Ingin semuanya biasa saja. Ingin kau tetap nampak elegan meski ada yang suka. Aku ingin menganggapmu berlebihan, tapi menurut hematku, sebutan itu terlalu kasar untuk perempuan yang dalam keanehannya, aku pernah sesekali merindukannya.

Aku tetap tenang dalam siklusku. Tak terlalu berharap kau tiba-tiba membiasakan diri padaku.
Sore ini aku baru sadar. Tak semua rasa suka itu menyenangkan dan membuat perempuan mabuk kepayang.

Hematku, aku hanya ingin sederhana.
Mencintaimu dengan biasa
Mengagumi dari jarak yang kau tak terganggu karenanya
Menyaksikan senyumanmu yang sebenarnya biasa saja.

Aku menyebutmu, perempuan langit sore. Aku tetap butuh melihatnya, untuk memastikan kehidupan esok berjalan sebagaimana mestinya.

Tapi, aku menyukaimu dengan biasa.

Yogyakarta
@HariniMerdeka

Kamis, 24 Januari 2013

Padam

Aku mengenalnya, hampir separuh usiaku.
Aku memasukkanya dalam golongan manusia tanpa definisi. Ngawuran tapi bisa segala bidang. Menjelma apa saja, kadang pengangguran, kadang profesional, kadang menenangkan tapi lebih sering ngajak tawuran.


Namanya Dian, dalam bahasa jawa artinya lampu atau penerang. Suatu hari dia pernah bercerita, orang-orang yang didekatnya pasti akan merasa aman, karena akan mudah menemukan jalan. Dialah penerang. Aku tertawa saja. Lalu aku berfilosofi juga. Namaku Tirta, dalam bahasa jawa artinya air, penghilang rasa haus dan menyejukkan. Dia tertawa lebih keras dari yang aku bisa.
Kami terbiasa melakukan banyak hal, meski tak sering dan banyak tidak sepaham. Apa saja menjadi bisa, bukannya nyaman memang tidak harus selalu sama?

Aku memiliki apa yang tidak dia mau. Dia mengagumi siapa saja dengan kemampuan yang tidak aku punya. Bukankah sama menyebalkannya? Aku berdamai dengan ragu. Ini sebuah perjalan, yang sedikit banyak dalam 11 tahun terakhir aku dan dia sama-sama melewatinya.

Dalam suatu hari, aku melewati hari bersamanya, yang setelahnya aku tidak menginginkan perempuan itu masuk dalam daftar kehadiran orang-orang dihidupku. Sama sekali.

Sekalipun beda.
Aku laki-laki. Punya kasihan. Punya empati.
Tidak layak bagi seorang perempuan baik-baik. Perempuan yang 11 tahun aku mengenal melakukan hal itu. Banyak yang tidak benar-benar aku mengenalnya, seluruh bahkan.

Bagiku Ibu, lebih dari pintu surga. Ia segala. Tetapi perempuan itu, melakukan hal yang dalam 11 tahun, aku tidak pernah berpikir sekalipun  ia tega.

Dia, Lampu dari api dan Aku, air.
Bagaimana api jika bertemu air?
Padam.


@HariniMerdeka
Malam di Yogyakarta

Rabu, 23 Januari 2013

Ulos Terakhir

Aku tidak bisa.
Dalam sepenghabisan selembar roti tawar dia menawarku tiga kali. Untuk ukuran laki-laki berusia 23, sepertinya. Berani sekali !

Sudah aku bilang, ada hal-hal yang tidak bisa ditukar dengan uang. terlebih ia ada atas nama kenangan.Tapi dia ngeyel dan ngomong lebih banyak dari yang aku sangka. Ah, terserah saja. Aku nggak butuh apa-apa untuk melanjutkan hidup, merawat nyawa yang masih ada. Hanya saja, laki-laki ini lebih lama ada didepanku, terlihat tidak lebih dari seorang perempuan, cerewet sekali.
"Maukah, menjualnya untukku? Aku bayar, sesuai kebutuhanmu"
Dia pikir aku siapa?
Murah sekali menyandingkan kepunyaanku dengan harga.
"Maukah? Bagaimana?"
"Aku memerlukannya, bukan hanya untukku tapi untuk orang banyak, untuk semua yang membutuhkan 'nya'. Tidak kah kau juga berpikir, 'ia' lebih baik jika ditanganku"
Laki-laki ini, kalau ngomong perlu dihajar tata bahasanya. Sekali ini aku jengah dengan mulutnya yang tak berhenti semenjak tadi.
"Aku tidak akan melepas 'nya' dengan alasan apapun" tegasku.
"Aku akan menukarnya dengan apapun yang kamu perlu"
Beku. Aku tidak ingin banyak bicara dengan laki-laki tak bernama. Laki-laki entah siapa yang baru berusia selembar roti tawar aku mengenalnya. Menginginkan hal yang tidak akan pernah bisa untuknya. Benda ini ya hanya benda, tapi hak untuk menjaganya adalah prinsip.
Laki-laki itu pergi.

Suatu senja. Entah siapa dan dimana. Aku telah melupakan segala.
"Ini ulos terakhir milik kami. Ambil, ini untukmu. Satu-satunya yang aku punya" Dalam gamang, aku masih mengerjap menebak siapa laki-laki itu.
Sejak itu. Aku hanya ingin jadi perempuan. Mampu menjaga apa yang ia punya, entah milik siapa. Seberat apapun beban hidup yang akan hilang karena melepaskannya.

Ya. Aku hanya ingin jadi Perempuan.


Siang di Yogyakarta. @HariniMerdeka

Jumat, 21 Desember 2012

FOR MY BELOVED PAPA


BAGAIMANA RASANYA RANTAU?

Bagaimana rasanya rantau?
Saat langit yang menaungi menjadi saksi perpisahan dari tempat kau lahir
Lalu menjejak pada sudut bumi yang lain
Pada tiap episode masing-masing.
Bagaimana rasanya rantau?
Saat rasamu adalah desiran ramai yang memanggil-manggil
Waktu rintik hujan turun satu-satu
Dan mengingatkan pada warna tanah yang kini telah jauh
Itu dulu, waktu masih disana
Sebab kini, ternyata telah jauh kau berada
Bagaimana rasanya rantau?
Saat lidahmu kelu mengucap rindu
Mengakhirkannya pada kebaikan gelombang pengantar pesan
Yang menuntaskan tanya Bunda tentang kabarmu disana,
Terlampir pula perasaan Bapak ; betapa ia ingin bertemu
Para sahabat menyembunyikan keinginan jumpa
Lalu mencukupkan dengan mengirim sebait do’a
Bagaimana rasanya rantau?
Saat satu demi satu langkahmu selesai
Saat tiba waktunya kembali
Desir angin tercium wangi..
Palembang, aku rindu.

Kamis, 20 Desember 2012

PELANTIKAN

Aku jadi MC protokoler lho, setelah begitu lama meninggalkan 'profesi' ini :)

nge-MC lagi, lagi, lagi kayak dulu lagi, kemana-mana lagi. aamiin :)





MENUJU HARI JADI : INILAH SEMANGAT PENGABDIAN AKTIVIS KEMAHASISWAAN

(Ditulis oleh, Harini Merdekawati, Mahasiswa JKL ’11)
    Menuju Dies Natalis kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Genderang perayaan hari jadi kampus sepertinya mulai jelas terdengar. Ada banyak rangkaian kegiatan yang terlihat akan sukses mewarnai dies natalis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta kali ini. Salah satunya adalah Poltekkes Fair (Poltekkes Fair adalah EVENT AKBAR “Special Exibition” ke-6 jurusan yang didukung oleh program kreatif dan inovatif dari masing-masing jurusan sebagai wadah  eksplorasi potensi yang terintegrasi menjadi satu kesatuan. –FB-)  yang akan dilaksanakan oleh teman-teman BEM dan teman-teman HMJ (Analis kesehatan, Kebidanan, Keperawatan, Keperawatan gigi, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan)
     Ada hal menarik yang saya cermati dari proses menuju Poltekkes Fair ini, Semangat Pengabdian para aktivis kemahasiswaan. Sekarang mungkin kita tidak terlalu aneh lagi jika ada pengurus BEM maupun HMJ yang masuk kekelas-kelas pada jam jeda kuliah untuk sekadar menawarkan barang dagangan. Mulai dari makanan ringan hingga merchandise Dies natalis kampus. Bahkan ada satu kegiatan mereka yaitu ngamen dimalam hari demi terkumpulnya dana untuk kesuksesan Poltekkes Fair.Menggelitik untuk dipertanyakan. Seberapa banyak keuntungan materi dan moral yang mereka dapatkan dari hal-hal kecil ini? “Yang jelas kami lebih menghargai kontribusi bukan posisi. Dan lebih banyak bergerak nyata daripada berkata. Seberapa banyak materi dan pencintraan tak begitu penting bagi kami. Dan perlu diluruskan, selama aksi dijalanan  kami tidak memproklamirkan ‘Ngamen’, lebih tepatnya sosialisasi event”, Begitu ucap M. Anugerah Ramadhan, Wakil Presiden BEM 2012.
Bagi saya semangat juang teman-teman yang ada di BEM maupun HMJ tidak lepas dari keberhasilan kepengurusan tahun sebelumnya. Saya ambil contoh, untuk BEM misalnya, dedikasi tinggi sebagian besar pengurus BEM 2012  adalah keberhasilan kaderisasi oleh Pengurus BEM Direktorat periode sebelumnya yang kala itu diketuai oleh Sri Herdiana (Gizi ’09).
    Kembali pada masalah dedikasi, meski tidak semua tapi hampir sebagian besar aktivis kemahasiswaan yang terlibat dalam persiapan event ini adalah orang-orang yang mempunyai loyalitas tegas terhadap pilihan mereka sendiri. Mengisi hari dengan kontribusi sekecil apapun. Sekali lagi, bagi saya ini adalah kerja lintas generasi, keberhasilan kaderisasi, dan ketepatan menentukan siapa-siapa saja yang berhak meneruskan estafet kepemimpinan. Kerja tanpa pamrih demi idealisme yang terjaga sejak awal ; melayani mahasiswa dan masyarakat.
     Sebagai mahasiswa non organisasi, kita tak perlu minder untuk turut serta, bergabung dengan mereka, karena Melayani mahasiswa dan masyarakat bukan hanya monopoli tugas aktivis kemahasiswaan saja. Tapi, bagaimana caranya? Mudah saja, turut menyukseskan acara ini misalnya dengan ikut serta men-share event Poltekkes Fair, membeli dagangan yang keuntungannya diperuntukkan bagi pelayan kesehatan, dan turut hadir meramaikan event ini. Terakhir, seperti yang sering diucapkan oleh Eko Agus Purnomo, Presiden BEM 2012, “Hidup itu adalah memberi kemanfaatan pada umat, sekecil apapun dari yang bisa kita usahakan saat ini”. Hidup Mahasiswa Indonesia!

KULIAH AYO KULIAH

Mahasiswa JKL ya?

Ayo di check, ayo di check!

Tugas Mata Kuliah Aplikom- Internet
From : pbm-alhiko.blogspot.com Monggo di share :)

LATTE ART



Latte adalah susu dalam bahasa Italia. Di negara-negara berbahasa Inggris biasanya latte mengacu pada beberapa tipe hidangan kopi yang dibuat dengan menambahkan susu panas. Dalam bahasa Italia hidangan ini dikenal sebagai "caffè e latte" (biasa disebut "caffelatte"), secara harfiah berarti "kopi dan susu", biasa juga dianalogikan dengan kopi Perancis "café au lait" dan latte macchiato yang sangat mirip (tetapi tidak sama!).

Menurut istilah yang digunakan di USA sejak kira-kira tahun 1985, latte disajikan secara proposional sepertiga espresso dan dua pertiga susu steam. Jadi, dengan demikian kopi latte mengandung lebih banyak susu dibanding kopi cappuccino, selain itu latte juga lebih lembut dan susu lebih terasa. Latte juga harus disiapkan dengan cara menuangkan kopi dan susu secara bersamaan, dari sisi manapun wadah minuman.

Evolusi dari istilah ini merupakan hal yang relatif baru dan mungkin berasal dari menyebarnya “kegilaan” akan kopi pada tahun 1980 yang meluas ke seantero USA (dan juga diluar USA) melalui pertumbuhan jaringan Starbucks yang berasal dari Seattle. Beberapa cafe menciptakan desain-desain unik bentuk buih susu latte.
Tapi ingatlah selalu, jika memesan secangkir "latte" di sebuah café Italia hal itu akan membuat seorang barista menghidangkan segelas susu kepada anda.

Di sisi lain dunia (sebagai contoh, Australia) latte biasanya dihidangkan dalam gelas, yang disajikan di atas alas piring kecil disertai sebuah serbet yang dapat digunakan untuk memegang gelas itu (yang sering kali panas). Sebagian barista akan memanaskan susu pada suhu  65-70 C, diatas temperatur tersebut, susu akan berubah rasanya. Hidangan-hidangan ini pada umumnya dibuat dengan menggunakan 30 ml espresso shot dan dengan topping buih maupun susu.

Di Selandia Baru latte bahkan biasa dihidangkan dalam sebuah mangkuk di banyak kedai kopi.

Susu dalam latte dihidangkan "berbuih", dan kadang-kadang bentuknya dihias. Latte dapat dilayani secara wet atau dry. Wet berarti tidak berbuih sedangkan dry berarti lebih banyak buih.

ww.rumahkopi.com

JENIS KOPI BERDASARKAN ASAL



Orang sering memperdebatkan kopi mana yang terbaik dari berbagai jenis dan macam kopi di seluruh dunia. Tetapi pada dasarnya kita akan sulit untuk menentukan kopi mana yang paling baik diantara beragam jenis kopi tersebut, karena akan kembali pada subjektifitas penikmat.

Konon, kopi pertama kali ditemukan berasal dari Kaffa, Ethiopia, Afrika. Ada baiknya kita mengenal berbagai jenis dan macam kopi dari segala penjuru dunia selain dari kopi negeri sendiri yang sudah terbukti kelezatannya.

Kopi Sumatra - Jawa
Kopi dari wilayah Indonesia bagian barat ini harganya semakin mahal setelah tsunami. Ada racikan campuran dengan coklat sehingga rasanya terasa lebih manis tapi sebenarnya lebih enak yang benar-benar kopi asli.

Kopi Sumatra boleh disebut sebagai kopinya abad 18 karena saat itu perdagangan kopi dunia (Eropa) banyak diambil dari pulau Andalas dan mematahkan monopoli Yemenis. Siapa pembawanya? Tentu saja VOC alias para pedagang Belanda. Prosesnya dengan cara basah, untuk memisahkan buah dari bijinya sebelum dikeringkan.

Kalau ada yang pernah mengunjungi Danau Toba, di situ merupakan pusatnya kopi Lintong dan Mandheling. Proses pembuatan kopi mirip dengan yang ada di pulau Jawa, yakni menggunakan mesin rakitan untuk menguliti buah kopi. Lalu proses selanjutnya adalah membungkus kopi satu malam dalam plastik.

Tapi di abad ke-18, wong Londo sepertinya belum punya pengemas plastik, so ga tau sih mereka mengemasnya menggunakan bahan apa? Kadang para petani kopi mengeringkan kopi dengan cara dijemur di tanah liat, sehingga rasanya “membumi” banget.

Tapi sekarang kebanyakan kopi Jawa dan Sumatra sudah dicampur dengan jagung untuk menghemat biaya produksi. Akan tetapi ada juga yang tetap menggunakan bahan baku murni meski harga jual menjadi mahal. Kopi-kopi Jawa dan Sumatra inilah yang masih banyak beredar di rumah-rumah kopi di Eropa dan Amerika. Saking terkenalnya kopi Jawa (Java), namanya juga digunakan oleh salah satu perusahaan IT sebagai logo produknya.

Kopi Yemen
Salah satu kopi yang terbaik di abad ke-17 adalah kopi asal Yemen Mocha. Kopi ini menurut kabar digunakan di rumah-rumah kopi di Konstantinopel dan Mesir. Kopi ini dikerjakan dengan cara tradisional oleh petani-petani Yemeni, biasanya setelah biji kopi dipetik lalu dijemur di atas rumah batu. Lalu yang sudah kering dipisahkan dan ditumbuk hingga halus.

Kopi Yemen bisa disebut kopi tertua dan uniknya kopi yang dikeringkan saat bulan purnama harganya lebih mahal dibanding saat tidak ada bulan. Kenapa? buah kopi terasa lebih kering dan manis.

Kopi Brazil
Kopi ala Samba. Ya, Brazil juga merupakan salah satu produsen biji kopi terbaik di dunia. Bourbon Santos, kopi Brazil yang beramoma nikmat dan berwarna hitam pekat. Kopi Brazil mulai terkenal di abad ke-19 dan dipasok ke Amerika Serikat.

Iklim Brazil Selatan yang juga termasuk daerah tropis, hampir sama seperti Indonesia, membuat tanaman kopi tumbuh dengan subur. Petani Brazil memiliki cara pengolahan yang hampir sama dengan petani di negeri kita, dengan cara menjemur buah kopi yang dipetik agar kering. Setelah itu dipisahkan dari bijinya.

Jenis kopi yang terkenal adalah Brazil Santos 2, Good Santos, dan Brazil Santos. Biasanya biji-biji kopi tersebut dibeli langsung dari satu kebun milik petani, lantas para eksportir atau importir mengolahnya di pabrik.

Costa Rica La Minita Tarrazu
Kopi asal Costa Rica, Amerika Latin, dari pertanian La Minita menjadi kopi paling hit pada abad ke-20. La Minita menjadi kopi yang secara konsisten menjaga mutu dan citra rasa. Bahkan di tahun 1980-an, derajat La Minita Tarrazu naik setara dengan anggur berkat pemasaran yang tepat. Kopi ini pun diolah dengan cara basah, persis seperti metode yang dilakukan orang-orang Belanda di Jawa pada awal abad 18.

Namun kopi terbaik di abad ke-20 adalah Kenya AA. Negara jajahan Inggris ini baru mengenal kopi pada tahun 1900. Namun perekonomian global yang mengalami penurunan berimbas juga ke negara Afrika tersebut. Akibatnya industri kopi Kenya yang tadinya besar malah semakin menurun.

www.rumah kopi.com

KEPADA CINTA

Menjadi ranting pohon bernama cinta.
Bersama musim bunga yg mengharumkan kehidupan : seperti ibadah yg mendekati kesegaran.
Sedekat cahaya yg mendamaikan.
Menjadi cinta dari mata yg suci, kiblat pengisi langit dan bumi.
Doa-doa menghangatkan malam tombak takwa mengakar kuat tak limbung di benci takut.
Tabah tanah yakini menyatukan yg telah satu.

Rabu, 19 Desember 2012

PENGAMBILAN SAMPLE LIMBAH CAIR

Didedikasikan untuk siapa saja yang tengah bersiap praktik maupun uji kompetensi. Ini bagus, ayo check! :)


THRILLER FILM HABIBIE & AINUN


Usia perkawinanmu adalah emas. Benar benar murni seperti emas. Kau punya pasangan terbaik yang membersamaimu pada tiap sulitmu, senangmu, dan dalam tiap langkahmu ada Ainun Habibie, Ibu terbaik. Kau tak perlu bicara tentang kesetiaan ataupun loyalitas. Kau tunjukkan padaku, arti kesetiaan.




Habibie, bagiku : kau selalu semanis ini. Dalam politik dan cintamu. Ich liebe dich.

SEDIMENTASI ATAU PENGOLAHAN PADA LIMBAH CAIR


Ditulis oleh Suparni Setyowati Rahayu pada 09-06-2009
Sedimentasi adalah proses pemisahan padatan yang terkandung dalam limbah cair oleh gaya gravitasi, pada umumnya proses Sedimentasi dilakukan setelah proses Koagulasi dan Flokulasi dimana tujuannya adalah untuk memperbesar partikel padatan sehingga menjadi lebih berat dan dapat tenggelam dalam waktu lebih singkat.
Sedimentasi bisa dilakukan pada awal maupun pada akhir dari unit sistim pengolahan. Jika kekeruhan dari influent tinggi,sebaiknya dilakukan proses sedimentasi awal (primary sedimentation) didahului dengan koagulasi dan flokulasi, dengan demikian akan mengurangi beban pada treatment berikutnya. Sedangkan secondary sedimentation yang terletak pada akhir treatment gunanya untuk memisahkan dan mengumpulkan lumpur dari proses sebelumnya (activated sludge, OD, dlsb) dimana lumpur yang terkumpul tersebut dipompakan keunit pengolahan lumpur tersendiri.
gb743
Sedimen dari limbah cair mengandung bahan bahan organik yang akan mengalami proses dekomposisi, pada proses tersebut akan timbul formasi gas seperti carbon dioxida, methane, dlsb. Gas tersebut terperangkap dalam partikel lumpur dimana sevvaktu gas naik keatas akan mengangkat pule partikel lumpur tersebut, proses ini selain menimbulkan efek turbulensi juga akan merusak sedimen yang telah terbentuk. Pada Septic-tank, Imhoff-tank dan Baffle-reactor, konstruksinya didesain sedemikian rupa guna menghindari efek dari timbulnya gas supaya tidak mengaduk/merusak partikel padatan yang sudah mapan (settle) didasar tangki, sedangkan pada UASB (Uplift Anaerobic Sludge Blanket)justru menggunakan efek dari proses tersebut untuk mengaduk aduk partikel lumpur supaya terjadi kondisi seimbang antara gaya berat dan gaya angkat pada partikel lumpur, sehingga partikel lumpur tersebut melayang-layang/mubal mubal.
Setelah proses dekomposisi dan pelepasan gas, kondisi lumpur tersebut disebut sudah stabil dan akan menetap secara permanen pada dasar tangki, sehingga sering juga proses sedimentasi dalam waktu yang cukup lama disebut dengan proses Stabilisasi. Akumulasi lumpur (Volume) dalam periode waktu tertentu(desludging-interval) merupakan parameter penting dalam perencanaan pengolahan limbah dengan proses sedimentasi dan stabilisasi lumpur.

Get from : http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-industri/sedimentasi-pengendapan-pada-pengolahan-limbah-cair/

PEMBUATAN KOMPOS SKALA RUMAH TANGGA

kompos tidak hanya bisa diproduksi dalam skala besar lho. Dalam skla terdekat ; Rumah tangga, kompospun dapat dibuat. Sederhana dan turut serta dalam menjaga kesehatan lingkungan. Dari pada nyampah, yuk ngompos :)

KEMAMPUAN ADAPTASI NYAMUK AEDES AEGEPTY (TUGAS APKOM)