(Ditulis oleh, Harini Merdekawati, Mahasiswa JKL ’11)
Menuju Dies Natalis kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Genderang
perayaan hari jadi kampus sepertinya mulai jelas terdengar. Ada banyak
rangkaian kegiatan yang terlihat akan sukses mewarnai dies natalis
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta kali ini. Salah satunya adalah Poltekkes
Fair (Poltekkes Fair adalah EVENT AKBAR “Special Exibition” ke-6
jurusan yang didukung oleh program kreatif dan inovatif dari
masing-masing jurusan sebagai wadah eksplorasi potensi yang
terintegrasi menjadi satu kesatuan. –FB-) yang akan dilaksanakan
oleh teman-teman BEM dan teman-teman HMJ (Analis kesehatan, Kebidanan,
Keperawatan, Keperawatan gigi, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan)
Ada hal menarik yang saya cermati dari proses menuju Poltekkes Fair ini, Semangat Pengabdian para aktivis kemahasiswaan. Sekarang mungkin kita tidak terlalu aneh lagi jika ada pengurus BEM maupun HMJ yang masuk kekelas-kelas pada jam jeda kuliah untuk sekadar menawarkan barang dagangan. Mulai dari makanan ringan hingga merchandise Dies natalis kampus. Bahkan ada satu kegiatan mereka yaitu ngamen dimalam hari demi terkumpulnya dana untuk kesuksesan Poltekkes Fair.Menggelitik untuk dipertanyakan. Seberapa banyak keuntungan materi dan moral yang mereka dapatkan dari hal-hal kecil ini? “Yang jelas kami lebih menghargai kontribusi bukan posisi. Dan lebih banyak bergerak nyata daripada berkata. Seberapa banyak materi dan pencintraan tak begitu penting bagi kami. Dan perlu diluruskan, selama aksi dijalanan kami tidak memproklamirkan ‘Ngamen’, lebih tepatnya sosialisasi event”, Begitu ucap M. Anugerah Ramadhan, Wakil Presiden BEM 2012.
Bagi saya semangat juang teman-teman yang ada di BEM maupun HMJ tidak lepas dari keberhasilan kepengurusan tahun sebelumnya. Saya ambil contoh, untuk BEM misalnya, dedikasi tinggi sebagian besar pengurus BEM 2012 adalah keberhasilan kaderisasi oleh Pengurus BEM Direktorat periode sebelumnya yang kala itu diketuai oleh Sri Herdiana (Gizi ’09).
Kembali pada masalah dedikasi, meski tidak semua tapi hampir sebagian besar aktivis kemahasiswaan yang terlibat dalam persiapan event ini adalah orang-orang yang mempunyai loyalitas tegas terhadap pilihan mereka sendiri. Mengisi hari dengan kontribusi sekecil apapun. Sekali lagi, bagi saya ini adalah kerja lintas generasi, keberhasilan kaderisasi, dan ketepatan menentukan siapa-siapa saja yang berhak meneruskan estafet kepemimpinan. Kerja tanpa pamrih demi idealisme yang terjaga sejak awal ; melayani mahasiswa dan masyarakat.
Sebagai mahasiswa non organisasi, kita tak perlu minder untuk turut serta, bergabung dengan mereka, karena Melayani mahasiswa dan masyarakat bukan hanya monopoli tugas aktivis kemahasiswaan saja. Tapi, bagaimana caranya? Mudah saja, turut menyukseskan acara ini misalnya dengan ikut serta men-share event Poltekkes Fair, membeli dagangan yang keuntungannya diperuntukkan bagi pelayan kesehatan, dan turut hadir meramaikan event ini. Terakhir, seperti yang sering diucapkan oleh Eko Agus Purnomo, Presiden BEM 2012, “Hidup itu adalah memberi kemanfaatan pada umat, sekecil apapun dari yang bisa kita usahakan saat ini”. Hidup Mahasiswa Indonesia!
Ada hal menarik yang saya cermati dari proses menuju Poltekkes Fair ini, Semangat Pengabdian para aktivis kemahasiswaan. Sekarang mungkin kita tidak terlalu aneh lagi jika ada pengurus BEM maupun HMJ yang masuk kekelas-kelas pada jam jeda kuliah untuk sekadar menawarkan barang dagangan. Mulai dari makanan ringan hingga merchandise Dies natalis kampus. Bahkan ada satu kegiatan mereka yaitu ngamen dimalam hari demi terkumpulnya dana untuk kesuksesan Poltekkes Fair.Menggelitik untuk dipertanyakan. Seberapa banyak keuntungan materi dan moral yang mereka dapatkan dari hal-hal kecil ini? “Yang jelas kami lebih menghargai kontribusi bukan posisi. Dan lebih banyak bergerak nyata daripada berkata. Seberapa banyak materi dan pencintraan tak begitu penting bagi kami. Dan perlu diluruskan, selama aksi dijalanan kami tidak memproklamirkan ‘Ngamen’, lebih tepatnya sosialisasi event”, Begitu ucap M. Anugerah Ramadhan, Wakil Presiden BEM 2012.
Bagi saya semangat juang teman-teman yang ada di BEM maupun HMJ tidak lepas dari keberhasilan kepengurusan tahun sebelumnya. Saya ambil contoh, untuk BEM misalnya, dedikasi tinggi sebagian besar pengurus BEM 2012 adalah keberhasilan kaderisasi oleh Pengurus BEM Direktorat periode sebelumnya yang kala itu diketuai oleh Sri Herdiana (Gizi ’09).
Kembali pada masalah dedikasi, meski tidak semua tapi hampir sebagian besar aktivis kemahasiswaan yang terlibat dalam persiapan event ini adalah orang-orang yang mempunyai loyalitas tegas terhadap pilihan mereka sendiri. Mengisi hari dengan kontribusi sekecil apapun. Sekali lagi, bagi saya ini adalah kerja lintas generasi, keberhasilan kaderisasi, dan ketepatan menentukan siapa-siapa saja yang berhak meneruskan estafet kepemimpinan. Kerja tanpa pamrih demi idealisme yang terjaga sejak awal ; melayani mahasiswa dan masyarakat.
Sebagai mahasiswa non organisasi, kita tak perlu minder untuk turut serta, bergabung dengan mereka, karena Melayani mahasiswa dan masyarakat bukan hanya monopoli tugas aktivis kemahasiswaan saja. Tapi, bagaimana caranya? Mudah saja, turut menyukseskan acara ini misalnya dengan ikut serta men-share event Poltekkes Fair, membeli dagangan yang keuntungannya diperuntukkan bagi pelayan kesehatan, dan turut hadir meramaikan event ini. Terakhir, seperti yang sering diucapkan oleh Eko Agus Purnomo, Presiden BEM 2012, “Hidup itu adalah memberi kemanfaatan pada umat, sekecil apapun dari yang bisa kita usahakan saat ini”. Hidup Mahasiswa Indonesia!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar