Aku belum siap untuk sebuah kehilangan.
Aku memang harus mempersiapkan. Aku tau, sebentar lagi memang, tapi kan tidak untuk saat ini? Keharusan perpisahan yang kita rencanakan September nanti, kenapa harus diburu jadi saat ini? Aku hanya tiba-tiba merasa kehilangan banyak hal, meski kau tetap ada disini.
Satu atap sejak 2 tahun lalu, meski hanya dipisah selembar tembok. Ah, tetap saja bagiku kau dekat, dalam dekap tahajud, malam-malam yang gigil.
Aku ingin menangis, sekadar kau tau, sekadar berharap dalam waktu yang memungkinkan kita dekat, janganlah menjauh.
Andai aku ada diposisimu, aku akan lebih memilihmu dari banyak kemungkinan yang lain. Aku akan mengutamakanmu, sebagai pilihan terbaik yang tak pernah menawarkan opsi lain. Setelah waktu berlalu, setelah rasa ini tidak pernah muncul lagi, aku benar-benar merasa seperti awal lalu, aku jatuh hati kembali, kepada laki-laki berparas dan berakhlak terbaik yang pernah aku temui.
Aku akan datang kepadamu, dalam keadaan terbaik yang aku miliki. Dalam proses terbaik yang menjembatani kebersamaan kita nanti.
Rasanya baru kemarin, aku merasa halal mencium tanganmu, melihat dalam jarak dekat keringat kerja kerasmu, membersamai upayamu yang tak selalu ringan bagi seorang perempuan, merajam rasa malu sampai habis tak tersisa.
Untuk laki-laki yang telah mengkhitbahku,
untuk untain taujih dan kesabaran yang tak pernah henti,
untuk kasih yang selalu kau bagi,
untuk segala kekonyolan yang kita miliki.
Terimakasih telah memilihku, dan malam ini, entah untuk ke berapa kali, aku jatuh hati lagi, kepadamu.
Aku memang harus mempersiapkan. Aku tau, sebentar lagi memang, tapi kan tidak untuk saat ini? Keharusan perpisahan yang kita rencanakan September nanti, kenapa harus diburu jadi saat ini? Aku hanya tiba-tiba merasa kehilangan banyak hal, meski kau tetap ada disini.
Satu atap sejak 2 tahun lalu, meski hanya dipisah selembar tembok. Ah, tetap saja bagiku kau dekat, dalam dekap tahajud, malam-malam yang gigil.
Aku ingin menangis, sekadar kau tau, sekadar berharap dalam waktu yang memungkinkan kita dekat, janganlah menjauh.
Andai aku ada diposisimu, aku akan lebih memilihmu dari banyak kemungkinan yang lain. Aku akan mengutamakanmu, sebagai pilihan terbaik yang tak pernah menawarkan opsi lain. Setelah waktu berlalu, setelah rasa ini tidak pernah muncul lagi, aku benar-benar merasa seperti awal lalu, aku jatuh hati kembali, kepada laki-laki berparas dan berakhlak terbaik yang pernah aku temui.
Aku akan datang kepadamu, dalam keadaan terbaik yang aku miliki. Dalam proses terbaik yang menjembatani kebersamaan kita nanti.
Rasanya baru kemarin, aku merasa halal mencium tanganmu, melihat dalam jarak dekat keringat kerja kerasmu, membersamai upayamu yang tak selalu ringan bagi seorang perempuan, merajam rasa malu sampai habis tak tersisa.
Untuk laki-laki yang telah mengkhitbahku,
untuk untain taujih dan kesabaran yang tak pernah henti,
untuk kasih yang selalu kau bagi,
untuk segala kekonyolan yang kita miliki.
Terimakasih telah memilihku, dan malam ini, entah untuk ke berapa kali, aku jatuh hati lagi, kepadamu.