Jumat, 21 Desember 2012

BAGAIMANA RASANYA RANTAU?

Bagaimana rasanya rantau?
Saat langit yang menaungi menjadi saksi perpisahan dari tempat kau lahir
Lalu menjejak pada sudut bumi yang lain
Pada tiap episode masing-masing.
Bagaimana rasanya rantau?
Saat rasamu adalah desiran ramai yang memanggil-manggil
Waktu rintik hujan turun satu-satu
Dan mengingatkan pada warna tanah yang kini telah jauh
Itu dulu, waktu masih disana
Sebab kini, ternyata telah jauh kau berada
Bagaimana rasanya rantau?
Saat lidahmu kelu mengucap rindu
Mengakhirkannya pada kebaikan gelombang pengantar pesan
Yang menuntaskan tanya Bunda tentang kabarmu disana,
Terlampir pula perasaan Bapak ; betapa ia ingin bertemu
Para sahabat menyembunyikan keinginan jumpa
Lalu mencukupkan dengan mengirim sebait do’a
Bagaimana rasanya rantau?
Saat satu demi satu langkahmu selesai
Saat tiba waktunya kembali
Desir angin tercium wangi..
Palembang, aku rindu.

Tidak ada komentar: